Selasa, 19 November 2013

Kultum Ramadhan



 

Alhamdulillaahirobbil ‘aalamin wabihinasta’iinu ‘alaa umurriddunya waddiin, wa’alaa aalihi washohbihi ajma’iin, ammaa ba’du.
Yang  kami hormati bapak ibu guru pendamping  latihan kultum, dan yang kami sayangi teman-temanku siswa SMP Muhammadiyah.
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan latihan kultum dengan baik dan lancar. 
Sholawat serta salam semoga Allah senantiasa mencurahkan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad saw,  semoga dihari kiamat kelak kita memperoleh syafa’at beliau dan terhindar dari api neraka, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.
Bapak ibu guru yang kami hormati serta teman-temanku yang saya cintai, pada pertemuan kali ini saya akan menyampaikan materi kultum tentang Manfaat Silaturrahmi
Silaturrahmi adalah salah satu kegiatan positif dan perilaku terpuji yang sangat dianjurkan oleh Islam. Karena ibadah dalam Islam itu tidak hanya hubungan antara manusia kepada Allah, tetapi juga hubungan manusia kepada sesama manusia. Oleh karena itu silaturrahmi merupakan alat yang penting untuk mewujudkan ibadah dalam hubungannya terhadap sesama manusia. Mengapa demikian, karena silaturrahmi mengandung maksud terjalinnya hubungan kasih sayang terhadap sesama manusia, khususnya sesama orang Islam.
Kita semua adalah sesama saudara, maka marilah kita perkokoh tali persaudaraan kita dengan saling menolong dalam kebajikan dan taqwa dan janganlah berskongkol/bekerja sama dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sudah banyak contoh, betapa rapuhnya suatu bangsa jika tidak terjalin dalam suatu persatuan dan kesatuan, maka musuh-musuh kita dengan mudah dapat menghancurkan dan memporakporandakan kita. Allah berfirman yang artinya  :
Artinya: “... dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2).
Bapak ibu guru yang kami hormati serta teman-temanku, tolong-menolong dalam kebajikan mempunyai arti yang sangat luas, tidak harus berupa memberi harta benda atau tenaga tetapi memberi nasehat kepada orang perlu dinasehati pun termasuk perbuatan menolong. Sebagaimana Rasulullah menganjurkan menolong orang yang suka menganiaya, yaitu dengan jalan mencegahnya dari perbuatan aniaya itu. Nabi saw. bersabda:
اُنْصُرْ اَخَاكَ ظَالِمًا اَوْمَظْلُوْمًا، قَالَ: اُنْصُرْ مَظْلُوْمًا فَكَيْفَ اَنْصُرُ ظَالِمًا ؟ قَالَ: اُحْجُزْ عَنْ ظُلْمِهِ فَذَالِكَ نَصْرُهُ.رواه البخارى ومسلم
Artinya: “Tolonglah saudaramu baik yang menganiaya maupun yang dianiaya. Di antara sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, kami dapat menolongnya jika ia dianiaya, maka bagaimana kami menolongnya jika ia menganiaya?” Nabi saw. menjawab:”kau cegah ia dari penganiayaan, maka ia berarti kau menolong dari penganiayaan.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Bapak ibu guru yang kami hormati serta teman-temanku, silaturrahmi yang didalamnya mengandung rasa kasih dan sayang akan terwujud karena saling mengenal dan tolong-menolong serta bantu-membantu akan terlaksana karena adanya rasa setia kawan dan kasih sayang. Oleh karena itu perlu adanya pemeliharaan hubungan baik untuk lebih menumbuhkan persaudaraan yang penuh solidaritas.
Kasih sayang tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan dengan pemupukan, menghubungkan antara saudara dengan handai tolan, saling mengunjungi dan lain sebagainya. 
Nabi bersabda yang artinya: “Kasih sayang itu tergantung di Arsy, barang siapa yang mendatangiku maka Allah akan menyampaikannya dan barang siapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskannya.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Dengan demikian kita dituntut untuk mengadakan pendekatan dan berhubungan dengan kerabat dan tetangga, baik yang jauh maupun yang dekat, terlebih-lebih mereka yang masih keluarga. Itulah silaturrahmi. Silaturrahmi juga merupakan pembuka pintu rizki dan pahala dari Allah, sebagaimana sabda Nabi saw. yang artinya: “Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan bekasnya hendaklah bersilaturrahmi.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Jadi silaturrahmi atau menyambung persaudaraan itu dapat membuahkan rizki dan panjang umur (dipanjangkan bekasnya). Keterangannya:
pertama, Silaturrahmi dapat melapangkan rizki, karena silaturrahmi dapat mengeratkan hubungan atau persaudaraan antara seseorang dengan orang lain. Eratnya hubungan ini dapat menimbulkan kasih sayang diantara mereka, sehingga mereka mau memberikan pertolongan dalam usaha di bidang materiil yang membuahkan keuntungan sehingga rizkinya menjadi bertambah lapang.
Bapak ibu guru yang kami hormati serta teman-temanku, silaturrahmi juga termasuk perilaku orang yang bertakwa, oleh karena itu ia dijanjikan oleh Allah akan diberi rizki dan kemudahan. Sebagaimana firman:
Artinya: “... barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar(2), dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...(3).” (QS. Ath-Thalaq:
Artinya: “...dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4).
Kedua, silaturrahmi dapat memanjangkan umur, ditafsirkan bahwa orang yang mau bersilaturrahmi, namanya tetap disebut-sebut meskipun orangnya sudah meninggal dunia,  ia masih dipuji dan didoakan oleh orang lain, maka seolah-olah ia masih hidup. Umur seseorang akan menjadi berkah, manakala orang tersebut mau bersilaturrahmi, Allah swt akan mengaruniai kekuatan jasmani dan kejernihan akal sehingga hidupnya penuh dengan amal kebaikan, itulah umur yang panjang meskipun jaraknya pendek.
Karena ukuran hidup itu bukan lamanya tahun dan bulan, tetapi kualitas dan banyaknya amal kebaikan dan peninggalan-peninggalannya. Dengan silaturrahmi akan memanjangkan umur, karena seseorang akan mendapat penghormatan dari saudara-saudaranya. 
Bapak ibu guru yang kami hormat serta teman-temanku, dari uraian di atas maka silaturrahmi dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1.      Allah swt. akan melapangkan rizkinya.
2.      Dipanjangkan umurnya oleh Allah swt.
Jadi jelaslah bahwa silaturrahmi dapat membawa manfaat yang penting, maka marilah kita jalin dan kita tingkatkan silaturrahmi. Janganlah memutuskan silaturrahmi, karena Nabi Muhammad saw. melarang dengan sabdanya: tidak masuk surga orang yang memutuskan persaudaraan (HR Bukhari dan Muslim).
Akhirnya sampai di sini pembahasan kita, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, aamiin. Kurang dan lebihnya mohon maaf.  Billaahit taufiq wal hidaayah,  

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar