Alhamdulillaahirobbil ‘aalamin wabihinasta’iinu ‘alaa umurriddunya
waddiin, wa’alaa aalihi washohbihi ajma’iin, ammaa ba’du.
Yang kami hormati bapak ibu guru pendamping latihan kultum, dan yang kami sayangi teman-temanku
siswa SMP Muhammadiyah.
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kepada Allah swt
yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga pada hari
ini kita dapat melaksanakan latihan kultum dengan baik dan lancar.
Sholawat
serta salam semoga Allah senantiasa mencurahkan kepada junjungan kita, Nabi
besar Muhammad saw, semoga dihari kiamat
kelak kita memperoleh syafa’at beliau dan terhindar dari api neraka, aamiin yaa
robbal ‘aalamiin.
Bapak ibu guru
yang kami hormati serta teman-temanku yang saya cintai, pada pertemuan kali ini
saya akan menyampaikan materi kultum tentang Manfaat Silaturrahmi
Silaturrahmi adalah salah satu kegiatan positif dan perilaku terpuji yang
sangat dianjurkan oleh Islam. Karena ibadah dalam Islam itu tidak hanya hubungan
antara manusia kepada Allah, tetapi juga hubungan manusia kepada sesama
manusia. Oleh karena itu silaturrahmi merupakan alat yang penting untuk
mewujudkan ibadah dalam hubungannya terhadap sesama manusia. Mengapa demikian,
karena silaturrahmi mengandung maksud terjalinnya hubungan kasih sayang
terhadap sesama manusia, khususnya sesama orang Islam.
Kita semua
adalah sesama saudara, maka marilah kita perkokoh tali persaudaraan kita dengan
saling menolong dalam kebajikan dan taqwa dan janganlah berskongkol/bekerja
sama dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sudah banyak contoh, betapa rapuhnya
suatu bangsa jika tidak terjalin dalam suatu persatuan dan kesatuan, maka
musuh-musuh kita dengan mudah dapat menghancurkan dan memporakporandakan kita.
Allah berfirman yang artinya :
Artinya:
“... dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu
kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2).
Bapak ibu guru
yang kami hormati serta teman-temanku, tolong-menolong dalam kebajikan mempunyai
arti yang sangat luas, tidak harus berupa memberi harta benda atau tenaga
tetapi memberi nasehat kepada orang perlu dinasehati pun termasuk perbuatan
menolong. Sebagaimana Rasulullah menganjurkan menolong orang yang suka
menganiaya, yaitu dengan jalan mencegahnya dari perbuatan aniaya itu. Nabi saw.
bersabda:
اُنْصُرْ
اَخَاكَ ظَالِمًا اَوْمَظْلُوْمًا، قَالَ: اُنْصُرْ مَظْلُوْمًا فَكَيْفَ اَنْصُرُ
ظَالِمًا ؟ قَالَ: اُحْجُزْ عَنْ ظُلْمِهِ فَذَالِكَ نَصْرُهُ.رواه البخارى ومسلم
Artinya:
“Tolonglah saudaramu baik yang menganiaya maupun yang dianiaya. Di antara
sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, kami dapat menolongnya jika ia dianiaya,
maka bagaimana kami menolongnya jika ia menganiaya?” Nabi saw. menjawab:”kau
cegah ia dari penganiayaan, maka ia berarti kau menolong dari penganiayaan.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Bapak ibu guru
yang kami hormati serta teman-temanku, silaturrahmi yang didalamnya mengandung
rasa kasih dan sayang akan terwujud karena saling mengenal dan tolong-menolong
serta bantu-membantu akan terlaksana karena adanya rasa setia kawan dan kasih
sayang. Oleh karena itu perlu adanya pemeliharaan hubungan baik untuk lebih
menumbuhkan persaudaraan yang penuh solidaritas.
Kasih sayang
tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan dengan pemupukan, menghubungkan
antara saudara dengan handai tolan, saling mengunjungi dan lain sebagainya.
Nabi bersabda yang artinya: “Kasih sayang itu tergantung di Arsy, barang
siapa yang mendatangiku maka Allah akan menyampaikannya dan barang siapa yang
memutuskanku maka Allah akan memutuskannya.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Dengan demikian
kita dituntut untuk mengadakan pendekatan dan berhubungan dengan kerabat dan
tetangga, baik yang jauh maupun yang dekat, terlebih-lebih mereka yang masih
keluarga. Itulah silaturrahmi. Silaturrahmi juga merupakan pembuka pintu rizki
dan pahala dari Allah, sebagaimana sabda Nabi saw. yang artinya: “Barang
siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan bekasnya hendaklah
bersilaturrahmi.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Jadi silaturrahmi atau menyambung persaudaraan itu dapat membuahkan
rizki dan panjang umur (dipanjangkan bekasnya). Keterangannya:
pertama, Silaturrahmi dapat
melapangkan rizki, karena silaturrahmi dapat mengeratkan hubungan atau
persaudaraan antara seseorang dengan orang lain. Eratnya hubungan ini dapat
menimbulkan kasih sayang diantara mereka, sehingga mereka mau memberikan
pertolongan dalam usaha di bidang materiil yang membuahkan keuntungan sehingga
rizkinya menjadi bertambah lapang.
Bapak ibu guru yang kami hormati serta teman-temanku, silaturrahmi
juga termasuk perilaku orang yang bertakwa, oleh karena itu ia dijanjikan oleh
Allah akan diberi rizki dan kemudahan. Sebagaimana firman:
Artinya:
“... barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya
jalan keluar(2), dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya...(3).” (QS. Ath-Thalaq:
Artinya:
“...dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan
baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4).
Kedua, silaturrahmi dapat memanjangkan umur, ditafsirkan bahwa orang
yang mau bersilaturrahmi, namanya tetap disebut-sebut meskipun orangnya sudah
meninggal dunia, ia masih dipuji dan
didoakan oleh orang lain, maka seolah-olah ia masih hidup. Umur seseorang akan
menjadi berkah, manakala orang tersebut mau bersilaturrahmi, Allah swt akan
mengaruniai kekuatan jasmani dan kejernihan akal sehingga hidupnya penuh dengan
amal kebaikan, itulah umur yang panjang meskipun jaraknya pendek.
Karena ukuran
hidup itu bukan lamanya tahun dan bulan, tetapi kualitas dan banyaknya amal
kebaikan dan peninggalan-peninggalannya. Dengan silaturrahmi akan memanjangkan
umur, karena seseorang akan mendapat penghormatan dari saudara-saudaranya.
Bapak ibu guru yang kami hormat serta teman-temanku, dari uraian di
atas maka silaturrahmi dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1.
Allah swt. akan melapangkan rizkinya.
2.
Dipanjangkan umurnya oleh Allah swt.
Jadi jelaslah bahwa silaturrahmi dapat membawa manfaat yang
penting, maka marilah kita jalin dan kita tingkatkan silaturrahmi. Janganlah
memutuskan silaturrahmi, karena Nabi Muhammad saw. melarang dengan sabdanya: tidak
masuk surga orang yang memutuskan persaudaraan (HR Bukhari dan Muslim).
Akhirnya sampai di sini pembahasan kita, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, aamiin.
Kurang dan lebihnya mohon maaf. Billaahit taufiq wal hidaayah,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar